Sabtu, 22 Agustus 2015

Bukti Evolusi Perbandingan Biokimia

Studi anatomi perbandingan memperlihatkan adanya homologi anatomi, demikian pula studi biokimia dari macam-macam organisme telah mengungkapkan homologi biokimia. Pada kenyataannya, persamaan biokimia organisme hidup adalah salah satu ciri-ciri mencolok dari kehidupan.
Semua makhluk hidup mempunyai molekul biokimia dasar yang sama, yaitu DNA, ATP dan enzim-enzim yang identik, misalnya sitokrom c yang merupakan polipeptida terdiri dari 104-112 asam amino. Pada tahun-tahun belakangan ini telah ditentukan urutan asam amino yang pasti dalam rantai ini bagi sitokrom c dari beragam organisme seperti manusia, kelinci, ikan tuna dan sebagainya. Sitokrom c dari tanaman gandumberbeda dari kepunyaan kita (manusia) dalam 35 asam amino. Hal ini termasuk satu bagian yang terdiri atas 11 asam amino yang beruntun yang terdapat pada semua organisme yang kita kenal. Kita mengetahui bagaimana urutan nukleotida dalam molekul DNA menjadi urutan asam aminodalam protein. Terdapatnya sitokrom c yang mengandung begitu banyak informasi genetika yang sama pada begitu banyak organisme tidak akan dapat dijelaskan tanpa menggunakan teori evolusi. Jelaslah fenomena ini berarti bahwa kita semua mewarisi gen ini dari nenek moyang yang sama sekalipun dengan akumulasi mutasi.
Alasan yang sama dapat diterapkan pada persamaan biokimia lainnya di antara organisme-organisme. Studi mengenal urutan asam amino pada hemoglobin mamalia memperlibatkan persaman yang dekat, terutama pada spesies-spesies yang diduga berkerabat dekat. DNA dan RNA terdapat pada setiap organisme hidup dan sepanjang pengetahuan kita, mengandung mekanisme penyandian hereditas yang sama. Selanjutnya sebagaian besar vertebrata mempunyai hormon-hormon yang sama atau mirip.
Sebagian besar vertebrata mempunyai hormon-hormon yang sama atau mirip. Prolaktin misalnya terdapat pada berbagai vertebrata seperti ikan, burung dan mammalia, meskipun fungsinya pada masing-masing berbeda. Hormon diwariskan dari moyang yang sama tetapi dengan fungsi yang berubah sesuai dengan cara kehidupan setiap hewan.
Keseragaman yang mencolok dari susunan biokimia yang mendasari keanekaragaman yang luar biasa dari makhluk hidup sulit untuk dijelaskan dengan cara lain kecuali dengan teori evolusi. Diduga molekul-molekul ini terbentuk sangat awal dalam sejarah kehidupan dan hampir semua bentuk kehidupan sekarang mewarisi kemampuan membuat dan menggunakannya.
Kekerabatan antara berbagai jenis makhluk hidup dapat diuji secara biokimia. Salah satu percobaan biokimia yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kekerabatan berbagai organisme adalah uji presipitin oleh Natael. 
Uji Presipitin
Dasar percobaan ini adalah adanya presipitin atau endapan pada suatu reaksi antigen-antibodi. Banyak sedikitnya endapan yang terbentuk dapat digunakan untuk menentukan jauh dekatnya kekerabatan antara suatu organisme yang satu dengan organisme yang lainnya.
Percobaan tersebut adalah sebagai berikut : kelinci disuntik dengan serum manusia berulang kali. Selang beberapa waktu kemudian, serum kelinci diambil dan dianalisis.Ternyata kelinci tersebut membuat berbagai antibodi yang sangat bervariasi terhadap semua determinan antigen yang asing baginya. Bila serum darah kelinci yang mengandung antibodi anti human ini dicampur dengan serum manusia dalam tabung reaksi, maka terbentuklah kompleks antigen-antibodi yang berbentuk endapan. Jumlah endapan yang terbentuk dapat diukur dengan mudah. 
Yang membuat reaksi di atas menarik yaitu sehubungan dengan yang diuraikan yaitu antibodi anti-imun ini juga akan bereaksi dengan serum darah mammalia tertentu, akan tetapi tidak begitu hebat, dikarenakan jumlah endapan yang terbentuk sedikit.Antibodi anti-imun yang dicampur dengan serum manusia, kera, monyet dan babi (masing-masing di dalam tabung reaksi yang terpisah) maka akan menghasilkan endapan dalam setiap tabung. Akan tetapi, banyaknya endapan yang terbentuk mulai berkurang dari manusia ke babi (hal ini erat hubungannya dengan kekerabatan antara mammalia yang lainnya).
  
Interaksi kelarutan antigen dengan IgG atau IgM menyebabkan reaksi presipitasi.Reaksi presipitasi tergantung pada pembentukan kisi dan terjadi baik ketika antigen dan antibodi ada dalam proporsi yang optimal. Kelebihan dari salah satu komponen penurunan pembentukan kisi dan terjadi pengendapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar